Senin, 29 Desember 2025

Dua Fatwa Nyentrik Akhir Tahun Prof. Mamdouh Selain Astronot Tidak Wajib Shalat



Baskara baru saja mengusir kabut. Rerumputan lereng dataran tinggi Pacet, Mojokerto masih basah oleh embun. Lintasan menanjak di depan Kampus Universitas KH. Abdul Chalim masih cenderung senyap. Toko retail saja masih tutup. Mahasantri pun kembali ke peraduan rampung shalat Shubuh berjama'ah di masjid. Lelah tapi tidak bisa tidur, karena pikiran saya (Brilly El-Rasheed) masih 'bising' dengan lalu lalang tiga fatwa unik yang semalam saya dengar.

Sembilan jam sebelumnya, saya menatap tajam Syaikh Prof. Dr. Ahmed Mamdouh Sa’d yang duduk di panggung Guest House UAC. Sembari terbelalak, otak saya seperti tercambuk. Sekjen Darul-Ifta` Mesir tersebut dalam Dars Kitab ‘Umdah Al-Ahkam menggulirkan tiga fatwa yang bagi saya dan lebih dari 100 milenial di lokasi terbilang mengejutkan. Fatwa pertama beliau pada malam tadi, 28/12/2025, ialah bahwa astronot tidak wajib shalat maktubah (lima waktu) sama sekali selama di luar bumi. Fatwa ini sudah saya dokumentasi di website Jatman Jatim berikut ini.

Fatwa kedua dari murid Syaikh Prof. Dr. ‘Aliyy Jum’ah ini adalah ketika seseorang ‘terjebak’ dengan situasi tol yang tidak mungkin untuk berhenti shalat fardhu, maka shalat apapun keadaannya li hurmat al-waqt jika waktu shalat kemungkinan akan terlewat sebelum kendaraan bisa berhenti, lalu mengulang shalat secara sempurna ketika sudah bisa berada dalam kondisi normal, adapun di pesawat maka tidak ada situasi darurat seperti tadi, bisa ambil tempat untuk shalat fardhu, sesuai arahan awak kabin.

Fatwa unik ketiga dari sosok ulama Al-Azhar yang murah senyum dan kadang kala bercanda di tengah-tengah majelis ini yaitu zina termasuk kabair (dosa besar). Pelakunya berstatus fasiq kalau tidak taubat. Bukan syarat sah shalat ‘adalatul-imam. Imam Ath-Thahawiyy mengatakan dalam aqidah beliau, “wa nushalli ma’a kulli barrin wa fajirin.” Orang harus husnuzhzhann sampai ada bukti. Khawatirnya banyak orang menghukumi hanya berdasar zhann. Kaedahnya yakni Al-Mauhum ka Al-Ma’dum.

Syaikh Prof. Mamdouh mengimbuhkan sebuah pengalaman intelektual dalam anekdot faktual, “Pernah saya bersama Syaikh Prof. Dr. Aliyy Jum’ah ketika menjadi Mufti padahal masih berusia empat puluhan tahun, di Lajnah Ifta, ada orang mengaku pengikut Salaf Shalih bertanya, “Apa hukum anak mengetahui ayahnya berzina?” maka Syaikh Jum’ah balik bertanya, “Dari mana kamu tahu?” Penanya menjawab, “Karena dia bersama seorang wanita.” Maka Syaikh Jum’ah menjawab, “Bisa jadi wanita itu istrinya karena seseorang sah menikah tanpa ada syarat memberi tahu anaknya.”.”

Trio-advis Mufti Mesir ini membuat perut terasa kenyang. Biasanya sepagi ini sudah bersantap sarapan. Dalam lamunan, sofa podium yang masih ditemarami sorot cahaya elektrik seakan-akan masih diduduki Syaikh Prof. Mamdouh. Terngiang-ngiang ilmu baru yang seumpama zabarjad, bagi saya. Benar sekali beberapa laman berita merangkum kepribadian beliau sebagai pengusung manhaj wasathiyy, sebagaimana para Masyayikh terdahulu. Terbukti pula dalam narasi-narasi beliau sebelum melontarkan tiga fatwa ini tatkala beliau mengulas Kitab 'Umdah Al-Ahkam nomor 65 sampai 78, bisa dibaca di situs Asmaul Husna Universe, kunjungi pranala berikut ini.


Redaktur: H. Brilly Y. Will., S.Pd., M.Pd., C.Ed.



Jumat, 07 Maret 2025

Buku Saku Lipat Harmonika Asmaul Husna 5 Bahasa Telah Terbit 17 Ramadhan 1446 H. Sebanyak 64.000 Eksemplar


Al-Hamdu liLlah, 17 Ramadhan 1446 H. menjadi hari bersejarah bagi Penerbit Elrasheed. Pada hari turunnya Al-Qur`an ini, Ustadz Brilly El-Rasheed (UBER) secara resmi menerbitkan 16 varian buku saku lipat harmonika full colour. Bersama sang istri, UBER menyusun serial Asmaul Husna dalam 11 varian dan 5 buku saku beraneka judul. Berikut rincian terbitan eksklusif tersebut.

1 - Asmaul Husna 4 bahasa + Monitoring - Reguler

2 - Asmaul Husna 4 bahasa + Monitoring - For Beginner (Menulis-Menebalkan)

3 - Asmaul Husna 4 bahasa + Monitoring - For Kid & Teen

4 - Asmaul Husna 4 bahasa + Monitoring - For Adult & Old

5 - Asmaul Husna 4 bahasa + Monitoring - For Couple

6 - Asmaul Husna 4 bahasa + Monitoring - For Woman

7 - Asmaul Husna 4 bahasa + Monitoring - For Army

8 - Asmaul Husna 4 bahasa + Monitoring - For Haji & Umrah

9 - Asmaul Husna 4 bahasa + Monitoring - Munajat + Fiqih Dzikir Asmaul Husna

10 - Asmaul Husna 5 bahasa - For Character Building

11 - Asmaul Husna 4 bahasa + Monitoring - Munajat Plus Nama Nabi

12 - Dzikir & Doa Sakit

13 - Huruf Hijaiyah Tulis - For Beginner

14 - Dzikir Dasar Tulis - For Beginner

15 - Doa-doa Cinta

16 - Surat-surat Pendek

Masing-masing judul terbit dalam 4.000 eksemplar. Total 64.000 eksemplar. Allahu Akbar. FYI, sebelumnya, edisi 1, 2, dan 3, jika ditotal, maka jumlah terbit/terjual mencapai 15.000 eksemplar. Di samping itu, ada pula buku saku lipat harmonika full color Hafalan 48 Doa Pendek Bocil yang berbahan kertas art paper dan lebih panjang dua kali lipat. Seluruh varian Asmaul Husna berbahan kertas HVS 70 gram dengan dimensi 12 x 65 cm, bukan 6,5 cm, benar-benar enam puluh lima centimeter. Buku Doa Bocil dua kali lipat lebih panjang dari Buku Asmaul Husna. Semua serial Asmaul Husna dibanderol Rp 3.000,-. Edisi 1, 2, 3 terbit dengan harga kisaran Rp 1.000,-. Kenaikan harga kertas mengikuti kurs emas 24 karat yang sudah mencapai Rp 1.850.000,-/gram (update 7 Ramadhan 1446 H.) Namun, ada kabar baik, tersedia harga grosir dengan diskon maksimal 50 % (S&K) dengan minimal order 1.000 pcs (cash keras). Semua buku saku sudah include bungkus plastik OPP sehingga tampil semakin eksklusif.


Sabtu, 09 Maret 2024

Buku Saku Harmonika Full Colour Art Paper (Kilap) Hafalan 48 Doa Pendek Bocil

 





Buku Saku Harmonika Full Color Kertas Glossy (Kilap) Hafalan 48 Doa Pendek Bocil Pas di Genggaman Anak dan Saku Baju. Arab-Latin-Takhrij (Riwayat). Cocok untuk NU, Muhammadiyah, PERSIS, LDII, HTI, Wahdah Islamiyah, Hidayatullah, Ikhwanul-Muslimin, Jama'ah Tabligh, Al-Irsyad, FPI, Dewan Dakwah (DDII), PERTI, Al-Washliyah, Nahdlatul Wathan, Shiddiqiyyah, Wahidiyah, PITI, HASMI, Muallaf, Salafi, Sufi, Habaib, Syiah, Ahmadiyah, dan lain-lain.


Buku Saku Harmonika Full Color Kertas Glossy (Kilap) Hafalan 48 Doa Pendek Bocil Berisi:

SALAH SATU DOA KETIKA BELAJAR 2

SALAH SATU DOA BANGUN TIDUR 3

SALAH SATU DOA SEBELUM TIDUR 4

SALAH SATU DOA AGAR MUDAH TIDUR 5

SALAH SATU DOA KETIKA MIMPI BURUK 6

SALAH SATU DOA MEMINTA KESEMBUHAN 7

SALAH SATU DOA KETIKA TERTIMPA MUSIBAH 8

SALAH SATU DOA MASUK KE MASJID 9

SALAH SATU DOA KELUAR DARI MASJID 10

SALAH SATU DOA KELUAR DARI RUMAH 11

SALAH SATU DOA KETIKA NAIK KENDARAAN 12

SALAH SATU DOA MASUK RUMAH 13

SALAH SATU DOA MASUK RUMAH KOSONG 14

SALAH SATU DOA KETIKA MUSUH MENYERANG 15

SALAH SATU DOA TIBA DI KAMPUNG HALAMAN 16

SALAH SATU DOA SINGGAH DI TEMPAT ASING 17

SALAH SATU DOA MEMINTA HUJAN 18

SALAH SATU DOA KETIKA ADA PETIR 19

SALAH SATU DOA KETIKA HUJAN 20

SALAH SATU DOA SETELAH HUJAN 21

SALAH SATU DOA SELESAI ACARA 22

SALAH SATU DOA SAAT MENDAPATKAN NIKMAT 23

SALAH SATU DOA KEPADA PENGANTIN 24

SALAH SATU DOA MASUK KAKUS 25

SALAH SATU DOA KELUAR KAKUS 26

SALAH SATU DOA KETIKA MARAH 27

SALAH SATU DOA WUJUD TERIMA KASIH 28

SALAH SATU DOA MENDAPAT HAL TIDAK ENAK 29

SALAH SATU DOA KETIKA DIPUJI 30

SALAH SATU DOA KETIKA LAILATUR-QADR 31

SALAH SATU DOA KETIKA BERSIN 32

SALAH SATU DOA KETIKA ADA ORANG BERSIN 33

SALAH SATU DOA KAYA 34

SALAH SATU DOA BUKA PUASA 35

SALAH SATU DOA SEBELUM MAKAN 36

SALAH SATU DOA SETELAH MAKAN 37

SALAH SATU DOA SETELAH MAKAN 38

SALAH SATU DOA UNTUK PEMBERI KONSUMSI 39

SALAH SATU DOA SETELAH MINUM 40

SALAH SATU DOA SEBELUM WUDHU 41

SALAH SATU DOA SETELAH WUDHU 42

SALAH SATU DOA MENYEMBELIH HEWAN HALAL 43

SALAH SATU DOA TAUBAT DARI DOSA 44

SALAH SATU DOA MEMAKAI BAJU 45

SALAH SATU DOA MELEPAS PAKAIAN 46

SALAH SATU DOA SAAT TAQDIR ALLAH TERJADI 47

SALAH SATU DOA KETIKA GELISAH 48

SALAH SATU DOA KETIKA KESULITAN 49


Hubungi 0821-4088-8638. Harga Rp 2.500 (belum terlipat), Rp 3.000 (sudah terlipat).

Minggu, 18 Desember 2022

Urutan Kitab Belajar Ushul Fiqih

 •• Urutan Kitab Belajar Ushul Fiqih ••


“Maulana, pertanyaan terakhir,” izinku kepada Asy-Syaikh Al-Mu’allim sebelum beliau beranjak dari kursi mengajarnya. “Silahkan.” “Terkait kitab Ushul Fiqih, bagaimana urutan terbaik mempelajarinya?” 


“Al-Waraqat, Al-Minhaj, Al-Mukhtashar,” jawab beliau singkat seraya menghitung dengan jari. “Setelah itu Al-Mahshul dan Al-Ihkam,” imbuhnya.


1. “Al-Waraqat” karya Imamul Haramain (w. 478 H)

2. “Minhajul Wushul ila ‘Ilmil Ushul” karya Imam Al-Baidhawi (w. 685 H)

3. “Mukhtashar al-Muntaha” karya Imam Ibnul Hajib (w. 646)

4. “Al-Mahshul fi ‘Ilmil Ushul” karya Imam Ar-Razi (w. 606 H)

5. “Al-Ihkam fi Ushulil Ahkam” karya Imam Al-Amidi (w. 631 H)


Sebagai pelengkap, saya kembali bertanya: “Lalu apa syarah terbaik untuk tiga pertama, Maulana?” Beliau menjawab:

“Al-Waraqat, pegang syarah Imam Al-Mahalli (w. 864 H). Jika mau menambah setelah itu, maka syarah Imam Al-Hatthab (w. 954 H). Dengan 2 syarah itu, kamu telah memenuhi haknya Al-Waraqat, tanpa harus melengkapi dengan syarah Imam Ar-Ramli (857 H) atau syarah apapun lainnya. Syarah Al-Hatthab adalah kelanjutan dan pelengkap syarah Al-Mahalli. Dengan syarah Al-Mahalli, tidak harus lagi membaca kitab-kitab hasyiyah terhadap Al-Waraqat. Karena Al-Waraqat itu isinya istilah-istilah ushul fiqih, permasalahan di dalamnya tidak banyak, dan sama sekali tidak ada permasalahan yang rumit. Sehingga tidak terlalu sulit difahami, terlebih bagi yang telah mempelajari dengan baik Nahwu, Balaghah, dan Manthiq.”


“Setelah memahami Syarah Al-Mahalli, kamu bisa langsung masuk ke Minhaj Al-Baidhawi. Tapi dengan syarat kamu bagus dalam Nahwu dll tadi. Syarah terbaik Al-Minhaj adalah syarah Al-Isnawi (w. 772 H)."


"Imam Al-Isnawi, subhanallah! - beberapa kali setelah ini beliau memandang ke atas dan kembali memandang kami - Bahasanya sangat mengalir dan penjelasannya sangat amat tertata rapi. Beliau mengumpulkan berbagai syarah dan meraciknya, lalu menghidangkannya memakai bahasa beliau dengan sangat luar biasa. Beliau juga tidak banyak menyebutkan penukilan pendapat, tidak juga banyak menambahkan anak cucu permasalahan dalam mensyarah.”


“Syarah Al-Isnawi adalah syarah ta’limi yang mumtaz! Saya tidak bercanda. Kebenaran harus dikatakan. Lewat syarah beliau, kamu bisa mencapai derajat ‘Alim’ dalam Ushul Fiqih, tapi tidak dengan derajat ‘Muhaqqiq’."


"Subhanallah! Syarah beliau. Setiap kali saya membacanya, saya merasakan bahwa beliau telah mencurahkan kemampuan maksimal dengan bakat yang Allah anugerahkan pada beliau. Itulah kenapa syarah beliau dipilih sebagai diktat di Fakultas Syariah. Tapi yaa tentang bagaimana mereka mempelajarinya, itu urusan lain.”


“Sedangkan Mukhtashar al-Muntaha, syarah terbaiknya tentu adalah syarah Adhud Al-Iji (w. 756 H). Tapi syarah tersebut sangat sulit. Itu.”


“Adapun Jam’ul Jawami’ (karya Imam Ibnu As-Subki, w.771 H), beserta berbagai syarah dan hasyiyahnya, kalian jangan masuk lewat sana. Nanti justru hanya akan membuang-buang waktu. Itu nanti setelah kalian selesai mempelajari ilmu ushul fiqih, setelah kalian mutqin di dalamnya. Saya telah khatam mempelajari Jam’ul Jawami’ dengan Hasyiyah Al-‘Atthar (w. 1250 H). Saya tahu persis isinya. Dan suatu hari nanti, akan ada saatnya Insyaallah saya mensyarah Jam’ul Jawami’, bagi yang mau.”


Spontan setelah kalimat terakhir itu saya nyeletuk, “Ana ma’ak Insyaallah,” diikuti tawa semangat dari sekitar 10 orang yang duduk mengitari beliau saat itu.

---

Dars Ushul Fiqih Al-Waraqat syarah Imam Al-Mahalli akan diadakan di Dar Imam Ghazali dan diajar langsung oleh Asy-Syaikh Al-Mu’allim Maulana Husam Ramadhan Hafidzahullah, pada pertengahan bulan November ini Insyaallah dalam kurun 3 bulan, dibagi 2 sesi: 1 bulan sebelum ujian S1 Univ. Al Azhar dan sisanya setelahnya.

Sabtu, 17 Desember 2022

KITAB LANGKA "HASYIATUL BAJURI" (4 Jilid)



KITAB LANGKA "HASYIATUL BAJURI"   (4 Jilid)

Salah satu kitab dari Grand syekh Alazhar Ibrahim bin Muhammad bin Ahmad Bajuri 

Hasyiyah ‘Ala Syarh Ibn al-Qasim al-Ghuzzi ‘Ala Matn asy-Syuja‘i (selesai tahun 1258 H/1842 M).

Kitab karangan beliau yang konon hingga saat ini masih dipelajari di Al-Azhar Asy-Syarif.

Pengetahuan dan kapasitas keilmuan Al-Bajuri yang mumpuni, yang diperolehnya dari para guru besar di Al-Azhar, membuatnya dipercaya sebagai seorang tenaga pendidik di almamaternya tersebut.

Berkat ketekunan dan keikhlasannya dalam belajar dan mengajar, pada akhirnya ia diangkat ke posisi yang tinggi. Pada tahun 1263 H/1846 M, Al-Bajuri diangkat menjadi syaikhul Al-Azhar, menggantikan Syaikh Ash-Shafti, yang wafat. Kedudukan sebagai syaikh Al-Azhar ini diembannya hingga akhir hayat.

Setelah wafatnya Al-Bajuri, dewan tertinggi Al-Azhar sempat kebingungan menunjuk tokoh yang kapasitasnya setara dengannya, sehingga untuk beberapa waktu Al-Azhar dipimpin oleh empat orang syaikh pengganti Al-Bajuri.

Sebagai seorang Sunni sejati, Syaikh Al-Bajuri mengembangkan Madzhab Asy’ariyyah, baik di Al-Azhar maupun dalam kehidupan masyarakat muslim Mesir, sebagaimana masa pemerintahan Ayyubiyyah dan Mamalik, yang menebarkan manhaj Asy‘ariyyah..

Disebutkan dalam manaqibnya, Al-Bajuri adalah seorang ulama yang amat mencintai dzurriyah Rasul SAW. Ia rajin mengunjungi dan berziarah kepada para dzurriyyah, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Salah satu bukti kecintaannya itu bisa kita lihat pada bagian akhir dari salah satu karyanya, Hasyiyah ‘Ala Syarh Ibn Qasim. Al-Bajuri menampakkan kecintaannya dan semangatnya bertabarruk dengan ahlul bayt Nabi SAW dan ulama salaf shalih, khususnya Sayyid Ahmad Al-Badawi.


Dalam kitab karyanya tersebut, secara khusus ia menyarankan kepada siapa pun yang mengkhatamkan hasyiyahnya itu untuk membacakan hadiah Fatihah bagi Sayyid Ahmad Al-Badawi, yang dalam merampungkan kitab tersebut bertepatan dengan hari haul Al-Badawi. Itu pula barangkali yang menjadikan karya-karyanya banyak disambut baik para pelajar dan terasa betul manfaat dan keberkahannya hingga sekarang.